Kesiapan Psikis dan Penerimaan Budaya Kerja dalam Alih Kelola Perguruan Tinggi Swasta
Keywords:
Alih Kelola Institusi, Kesiapan Psikis, Penerimaan Budaya Kerja, Manajemen Perubahan, FenomenologiAbstract
Proses alih kelola perguruan tinggi swasta umumnya lebih menekankan aspek legal struktural dan finansial, sementara dimensi psikologis dan budaya kerja sumber daya manusia belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan psikis, proses penerimaan budaya kerja baru, serta faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi dosen dan tenaga kependidikan selama transisi kelembagaan dari Yayasan Pendidikan Mandar ke Yayasan Hikmat Makassar di STIE Yapman Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi terhadap sembilan informan kunci yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase awal alih kelola memunculkan job insecurity dan cultural anxiety akibat ketidakpastian informasi serta pergeseran budaya kerja, tetapi kecemasan berangsur menurun setelah terdapat transparansi informasi dan kepastian status kerja. Penerimaan budaya kerja baru bervariasi dari compliance, commitment, hingga passive resistance. Faktor pendukung utama meliputi komunikasi partisipatif dan empatik pimpinan, pelatihan, serta keadilan prosedural, sedangkan hambatannya berupa rumor informal dan keterbatasan ruang dialog. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan alih kelola memerlukan manajemen perubahan yang humanis, integratif, transparan, dan berbasis resiliensi psikologis.





