Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia (Lanjut Usia) Di Wilayah Kerja Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene Tahun 2025
Keywords:
Aktivitas Fisik, Hipertensi, Lansia, Riwayat Keluarga, Stres.Abstract
Hipertensi yang umum dikenal sebagai tekanan darah tinggi, merupakan kondisi kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah yang berlebihan dan tidak konsisten dalam pembuluh arteri. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) dan diastolik (TDD) mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Lanjut usia atau yang lebih dikenal sebagai lansia adalah tahap yang ditandai oleh mulai melemahnya kondisi fisik serta peningkatan kerentanan terhadap penyakit, perubahan lingkungan, penurunan kelincahan, berkurangnya kemampuan bergerak, dan perubahan fisiologis. Kejadian hipertensi pada lansia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain riwayat keluarga, stres, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari faktor riwayat kelurga, stres, dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (lanjut usia) di wilayah kerja Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene. Sampel penelitian ini sebanyak 52 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan dari faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (lanjut usia) di wilayah kerja Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0.136 > α=0.1), terdapat hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0.065 < α=0.1), dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0.001 < α=0.1). Sehingga disimpulkan bahwa stres dan aktivitas fisik memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan riwayat keluarga terhadap kejadian hipertensi pada lansia.
References
A Bunga Maranthika (2018) ‘Gambaran Tingkat Stress pada Penerapan Full Day School SMA Negeri di Kota Surakarta’, Stikes ’Aisiyah Surakarta [Preprint].
Abdul Wahab, J. (2022) ‘Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan’, Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan, 5(1), pp. 42–49.
Almaidah, F. and Ambarwati, D. (2022) ‘Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan’, Jurnal Kesehatan, VII(Ii), pp. 20–27.
Anggraini, A. (2020) ‘Edektivitas Edukasi Gizi “Empire” Terhadap Kualitas Diet dan Aktivitas Fisik Pada Wanita Gizi Lebih’, Jurnal Universitas Esa Unggul, (085720662374), pp. 79–97.
Ayu Trisno Putri, N.R.I. and Dewi Cahyaningrum, E. (2024) ‘Upaya Pengendalian dan Preventif Hipertensi Pada Kelompok Usia Lanjut’, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), pp. 1582–1586. Available at: https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.3022.
Berta Afriani, Rini Camelia and Willy Astriana (2023) ‘Analisis Kejadian Hipertensi pada Lansia’, Jurnal Gawat Darurat, 5(1), pp. 1–8. Available at: https://doi.org/10.32583/jgd.v5i1.912.
BPS (2021) ‘Prevalensi Tekanan Darah Tinggi Menurut Provinsi, 2016-2018’, Bps.Go.Id, p. 1.
Dinkes Samarinda (2022) ‘Hipertensi 2022’.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 femi febrianty, Wardawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








